• Dan berpeganglah pada tali Allah semuanya, dan jangan berpecah belah. Dan ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika kamu bermusuhan lalu Kami satukan diantara Qolbumu (hatimu) maka jadilah kamu dengan nikmat-NYA itu bersaudara.
Selasa, 19 Mei 2026

Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Sunnah yang Dianjurkan

Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Sunnah yang Dianjurkan
Bagikan

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam diberi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, dan memperkuat kepedulian sosial melalui berbagai ibadah yang sangat dianjurkan.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beramal saleh. Rasulullah SAW bersabda:

Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)

Karena itu, kaum muslimin dianjurkan untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Sunnah-Sunnah di Bulan Dzulhijjah

  1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Di bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak:
takbir, tahmid, tahlil, dan dzikir kepada Allah SWT.

Lafaz yang sering dibaca antara lain:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaahil hamd.

Dzikir dapat dilakukan di rumah, perjalanan, tempat kerja, maupun setelah salat.

  1. Puasa Sunnah Dzulhijjah

Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan, terutama:

  • puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah),
  • dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah).

Rasulullah SAW bersabda:

Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Bagi yang tidak sedang berhaji, puasa ini menjadi kesempatan besar untuk meraih ampunan Allah SWT.

  1. Berqurban

Ibadah qurban merupakan sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu. Qurban menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian kepada sesama.

Melalui qurban, umat Islam belajar:
rela berkorban, berbagi rezeki, dan mempererat persaudaraan sosial.

Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)

Kisah Sahabat Nabi, Abu Thalhah

Salah satu kisah sahabat Nabi yang sangat penuh hikmah di bulan Dzulhijjah adalah kisah Abu Thalhah Al-Anshari.

Beliau dikenal sebagai sahabat Anshar yang memiliki kebun terbaik bernama “Bairuha”. Kebun tersebut sangat beliau cintai dan menjadi harta paling berharga yang dimilikinya.

Suatu hari turun firman Allah SWT:

Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Ketika mendengar ayat tersebut, Abu Thalhah Al-Anshari langsung mendatangi Rasulullah SAW dan menyerahkan kebun terbaiknya untuk diinfakkan di jalan Allah.

Beliau tidak memilih harta sisa, tidak menunggu kaya lebih banyak, dan tidak menunda amal kebaikan. Rasulullah SAW pun memuji pengorbanannya sebagai harta yang membawa keuntungan besar di sisi Allah SWT.

Hikmah dari Kisah Abu Thalhah

  1. Memberikan yang Terbaik untuk Allah

    Para sahabat Nabi mengajarkan bahwa ibadah terbaik bukan dari sisa yang dimiliki, tetapi dari sesuatu yang paling dicintai.

    Hal ini menjadi pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari:

    • bekerja dengan sungguh-sungguh,
    • membantu sesama dengan ikhlas,
    • dan berbagi rezeki terbaik kepada yang membutuhkan.

      2. Tidak Menunda Amal Kebaikan

      Abu Thalhah segera bergerak setelah mendengar ayat Al-Qur’an. Beliau tidak menunggu waktu yang “sempurna”.

      Dzulhijjah mengajarkan bahwa kesempatan berbuat baik belum tentu datang dua kali. Maka selama masih diberi kesempatan, mari:

      • memperbanyak sedekah,
      • memperbaiki diri,
      • menjaga salat,
      • dan memperkuat hubungan dengan sesama.

      3. Qurban Mengajarkan Kepedulian Sosial

        Qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat dan saudara yang membutuhkan.

        Semangat berbagi inilah yang perlu terus hidup di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat sekitar.

        Menjadikan Dzulhijjah sebagai Momentum Perbaikan Diri

        Bulan Dzulhijjah mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di masjid, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari:

        • menjaga amanah,
        • bekerja dengan jujur,
        • menghormati sesama,
        • dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

        Karena manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

        Bulan Dzulhijjah adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperbaiki hati, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat semangat kebersamaan.

        Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan yang penuh kemuliaan ini dan memberikan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.

        SebelumnyaSemangat Berbagi di Bulan Ramadhan, Donasi Anak Yatim OneSEIWA Capai Rp 66.450.000
        Luas Tanah400
        Luas Bangunan200
        Tahun Berdiri1997